#toc { border: 0px solid #000000; background: #ffffff; padding:2px; width:495px; margin-top:10px;} .toc-header-col1, .toc-header-col2, .toc-header-col3 { background: #B5CBFA; color: #000000; padding-left: 5px; width:250px;} .toc-header-col2 { width:75px;} .toc-header-col3 { width:125px;} .toc-header-col1 a:link, .toc-header-col1 a:visited, .toc-header-col2 a:link, .toc-header-col2 a:visited, .toc-header-col3 a:link, .toc-header-col3 a:visited { font-size:100%; text-decoration:none;} .toc-header-col1 a:hover, .toc-header-col2 a:hover, .toc-header-col3 a:hover { font-size:100%; text-decoration:underline; color:#3D3F44;} .toc-entry-col1, .toc-entry-col2, .toc-entry-col3 { padding-left: 5px; font-size:100%; background:#f0f0f0;}

Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Never ending Universe

Sabtu, 20 September 2008

deret radioaktif

Sebagai contoh inti induk uranium ( mengalami peluruhan berantai hingga mencapai inti stabil . Selisih nomor massa inti induk A = 238 dan nomor massa inti stabil A’ = 206 adalah 32, dan selisih nomor atomnya 10. Ini menunjukkan pola radiasi sinar radioaktif yang dihasilkan adalah 4n + 2, dengan adalah bilangan bulat. Dengan demikian akan diperoleh empat deret peluruhan yang paling mungkin mengikuti aturan 4n, 4n+1, 4n+2, 4n+3. Dari Pola radiasi ini diketahui 4 buah deret radioaktif yang terkenal, yaitu



Adanya deret radioaktif di alam memungkinkan lingkungan hidup kita secara konstan dilengkapi unsur-unsur radioaktif yang seharusnya sudah musnah, seperti yang memiliki waktu paruh 1600 tahun. Jika dibandinghkan dengan umur bumi 5,0 x 109 tahun seharusnya sudah musnah. Tetapi karena adanya deret Uranium dengan waktu paruh 4,47 x 109 tahun yang hampir sama dengan umur bumi, dalam beberapa langkah peluruhan menghasilkan unsur maka sampai saat ini masih ditemui di alam.



Detektor Radiasi

Sistem tubuh kita tidak dapat mendeteksi kehadiran sinar-sinar radioaktif, sehingga kita memerlukan alat untuk mengenalinya. Alat untuk mengetahui keberadaan sinar radioaktif dinamakan detektor radiasi. Hampir semua detektor radiasi berfungsi pada keadaan energi tinggi dan bekerja berdasarkan prinsip bahwa radiasi akan memberikan energi pada elektron-elektron dalam bahan sehingga elektron akan meninggalkan atom dan selanjutnya atom menjadi ion-ion positif. Peristiwa ini dinamakan ionisasi. Ada beberapa detektor radiasi yang cukup dikenal seperti diperlihatkan pada tabel berikut





Simbol Radiasi Sinar Radioaktif

Anda telah mengetahui bahwa radiasi sinar radioaktif sangat merugikan kesehatan dan lingkungan. Untuk itu kita perlu mengenal tanda-tanda awal keberadaan zat radioaktif. Tanda-tanda keberadaa zat radioaktif dapat dikenali melalui simbol-simbol. Simbol yang digunakan untuk menandari bahan radioaktif dinamakan trefoil (berasal dari bahasa laitin: trifolium, "three-leaved plant).

Jika menemukan lambang-lambang ini pada kemasan menunjukkan bahwa kemasan tersebut mengandung bahan radioaktif. Namun dalam rangka mempublikasikan keperdulian kita terhadap bahaya zat- radioaktif disekitar kita simbol trefoil ini dicetak pada berbagai barang yang biasa digunakan sehari-hari sepert gambar berikut.



Tujuannya adalah mengingatkan kita tentang bahaya zat-zat radioaktif yang bisa muncul disekitar kita

Tidak Semua Radiasi Berbahaya



Di alam ini memang terdapat apa yang disebut dengan unsur radioaktif, yakni sifat dari suatu zat yang dapat memancarkan sinar radiasi karena kondisi zat tersebut tidak stabil. Secara alami dalam tulang kita terdapat (sedikitinya dua) unsur radioaktif, yakni polonium dan radium. Otot-otot kita mengandung unsur karbon (C) dan kalium (K) radioaktif. Sementara itu, dalam paru-paru kita juga terdapat gas mulia radioaktif dan tritium. Zat-zat ini dan banyak zat lainnya secara terus-menerus memancarkan radiasi dan menyinari tubuh kita dari dalam. Kita juga terkena radiasi dari dalam melalui semua zat radioaktif alam dan buatan yang berasal dari makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Dalam bidang kesehatan, radiasi justru menjadi penyelamat. Kadang-kadang kita menjalani pemeriksaan dengan sinar-X dan mammografi. Dokter gigi kemungkinan memutuskan untuk menyinari gigi kita dengan sinar-X. Pengobatan dan pemeriksaan medik juga memerlukan zat-zat radioaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh kita. Penyakit kanker kadang-kadang diobati dengan sinar-X atau unit telekobal (disebut juga bom kobal).

Contoh-contoh ini secara jelas menunjukkan bahwa tidak semua radiasi berbahaya. Sebaliknya, memang benar bahwa radiasi dapat membunuh, dengan cepat atau secara perlahan. Oleh karena itu, baik untuk diketahui, kapan seseorang seharusnya takut terhadap radiasi dan kapan seharusnya tidak takut.


Rokok mengandung zat radioaktif

Rokok mengandung nikotin, semua orang tahu. Tetapi rokok mengandung bahan radioaktif, belum tentu semua orang tahu.Mengenai keradioaktifan rokok, ada dua unsur yang menjadi “biang keladi”nya, yaitu polonium (210Po) & timbel (210Pb), yang semuanya termasuk dalam kelompok radionuklida dengan toksisitas (tingkat keberacunan) sangat tinggi. Po-210 adalah pemancar radiasi-a, sedangkan Pb-210 adalah pemancar radiasi-ß. Kedua jenis radiasi tersebut, terutama radiasi-a, berpotensi untuk menimbulkan kerusakan sel tubuh apabila terhisap atau tertelan. Kejadian kanker paru pada perokok pun belakangan ditengarai lebih disebabkan oleh radiasi-a & bukan karena tar dalam tembakau.

Lalu, bagaimana 210Po & 210Pb bisa sampai di rokok? Perhatikan gambar berikut. Tanah, sebagai tempat tumbuh tanaman tembakau yang merupakan bahan utama rokok, mengandung radium (226Ra). Radium ini adalah induk yang nantinya dapat meluruh, & dua di antara sekian banyak unsur luruhannya adalah 210Po & 210Pb. Melalui akar, 210Po & 210Pb pun terserap oleh tanaman tembakau. Penggunaan pupuk fosfat yang mengandung kedua unsur tersebut, tentu saja, menambah konsentrasi 210Po & 210Pb dalam tembakau. Mekanisme lain, & ini adalah yang utama, adalah lewat daun. Po-210 & Pb-210 terendapkan pada permukaan daun tembakau sebagai hasil luruh dari gas radon (222Rn) yang berasal dari kerak bumi & lolos ke atmosfer. Daun tembakau memiliki kemampuan tinggi untuk menahan & kemudian mengakumulasi 210Po & 210Pb karena adanya bulu-bulu tipis ~yang disebut trichomes~ di ujung-ujungnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar